Harga Beras Naik Signifikan, Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar
JAKARTA , iNewsPekanbaru- Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa meskipun harga beras menunjukkan penurunan tipis secara bulanan (month-to-month/m-to-m) pada September 2025, tren tahunan (year-on-year/y-on-y) justru mencatatkan kenaikan harga yang signifikan di semua tingkat pasar.
Kenaikan harga beras ini menjadi kontributor terbesar terhadap inflasi nasional. BPS mencatat inflasi tahunan September 2025 mencapai 2,65% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Deputi Bidang Statistik Produksi BPS, M. Habibullah, menjelaskan bahwa lonjakan harga terlihat jelas pada perbandingan tahunan:
yakni tingkat Penggilingan: Rata-rata harga beras naik 5,83% y-on-y, mencapai sekitar Rp13.512 per kilogram. Secara bulanan, harga di tingkat ini turun tipis 0,62%.. Kemudian tingkat grosir: Kenaikan tercatat 5,54% y-on-y, dengan harga rata-rata mencapai Rp14.290 per kilogram. dan ingkat Eceran: Harga beras meningkat 4,06% y-on-y, dengan rata-rata mencapai Rp15.375 per kilogram.
"Rata-rata harga beras di penggilingan pada September 2025 secara mouth to month turun 0,62 persen, tetapi naik sebesar 5,82 persen secara tahunan," ujar Habibullah dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (1/10/2025).
Editor : Banda Haruddin Tanjung