Petani di Pelawan Duel dengan Beruang, Berhasil Kabur Namun Pingsan

Rahmad Riski
Petugas Memang Jebakan Usai Penerangan Beruang ke Petani di Pelalawan (Foto: istimewa).

PELALAWAN – Suasana yang biasa tenang di areal perkebunan Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau mendadak berubah mencekam. Seorang warga yang tengah bekerja sendirian di kebunnya tiba-tiba diserang dari belakang oleh seekor beruang madu (Helarctos malayanus).

Dalam kondisi terdesak dan terluka, korban menolak menyerah. Ia memberikan perlawanan sengit hingga beruang berbulu hitam lebat itu akhirnya melepaskan cengkeramannya dan kabur kembali ke dalam rimbunan hutan. Dengan sisa-sisa tenaga dan darah yang terus mengucur, korban berhasil menyelamatkan diri hingga ke rumah, sebelum akhirnya jatuh pingsan. Pihak keluarga yang panik langsung melarikan korban ke RSUD Selasih, Pangkalan Kerinci, untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.

Mendapat laporan insiden berdarah ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung membunyikan alarm siaga. Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) dari Pekanbaru diterjunkan ke lokasi pada Rabu (5/8/2026) dengan membawa satu unit kandang jebak (box trap).

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Balai Besar KSDA Riau, Ujang Holisudin, memaparkan betapa krusialnya kecepatan dan ketepatan dalam menangani konflik antara manusia dan satwa liar ini. Baginya, keselamatan warga adalah prioritas absolut yang tak bisa ditawar, namun nasib satwa dilindungi juga tak boleh diabaikan.

"Begitu laporan masuk, kami tidak membuang waktu. Tim WRU langsung meluncur ke Pangkalan Gondai. Fokus utama kami saat ini ada dua: memastikan korban mendapatkan penanganan medis terbaik, dan mengamankan lokasi agar teror serupa tidak terulang," tegas Ujang Holisudin. Jumat (7/8/2026).

Lebih lanjut, Ujang menjelaskan bahwa langkah mitigasi telah diambil secara konkret. Bekerja sama dengan pemerintah desa dan aparat setempat, tim WRU telah memasang box trap di titik-titik strategis sekitar lokasi kejadian pada Kamis (6/8/2026).

"Ini bukan sekadar menangkap satwa, tapi memulihkan rasa aman masyarakat desa sekaligus menyelamatkan beruang madu tersebut. Satwa ini bergerak dengan insting, sehingga evakuasinya harus dilakukan dengan perhitungan matang. Kami memohon pengertian warga—untuk sementara waktu, tingkatkan kewaspadaan dan jangan memaksakan diri bekerja di kebun sendirian. Jika melihat tanda-tanda kehadiran satwa, jangan bertindak sendiri, segera laporkan kepada kami," imbau Ujang dengan nada empati namun tegas.

Pernyataan Ujang ini sejalan dengan arahan Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, yang memastikan bahwa setiap penanganan konflik di lapangan selalu dilakukan secara terukur. Langkah cepat ini juga menjadi cerminan komitmen Kementerian Kehutanan di bawah komando Menteri Raja Juli Antoni, yang terus mendorong mitigasi konflik satwa yang cepat, kolaboratif, dan berbasis pada nilai-nilai konservasi.

Kini, warga Pangkalan Gondai diimbau untuk tetap tenang sembari menunggu hasil kerja Tim WRU yang terus memantau pergerakan beruang madu tersebut di sekitar kawasan.

Editor : Banda Haruddin Tanjung

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network