ROHIL, iNewsPekanbaru.id - Pemerintah melalui Manggala Agni terus bergerak cepat mengamankan jalur mudik lintas Riau-Sumut dari ancaman asap akinat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upaya intensif ini difokuskan pada pemadaman di titik-titik krusial guna memastikan kelancaran arus transportasi tanpa gangguan asap.
Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim serta Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) atau Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah penanganan di wilayah Rantau Bais, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Lokasinya berdekatan dengan jalur lintas Riau-Sumatera Utara.
"Lokasi ini sebelumnya sempat viral karena asapnya yang mengganggu aktivitas pengendara di jalur mudik lebarab,"imbuhnya Minggu (15/3/2026).
Penanganan di Rantau Bais melibatkan kekuatan penuh dari tiga regu Daops Manggala Agni yang didatangkan dari Dumai, Siak, dan Labuan Batu Selatan. Ferdian melaporkan bahwa kondisi di lapangan telah menunjukkan perkembangan positif yang signifikan. Berdasarkan pantauan dari pagi hingga sore pada hari pertama penanganan, situasi berangsur membaik dan jalur lintas Riau-Sumut kini dipastikan aman serta bersih dari gangguan asap.
Selain di Rokan Hilir, penguatan personel juga dilakukan di titik api lainnya, tepatnya di Pangkalan Terap, Kabupaten Pelalawan. Tim dari Daops Manggala Agni Bukit Tempurung, Jambi, telah merapat ke lokasi untuk bergabung dengan Tim Manggala Agni Rengat. Dengan tambahan kekuatan ini, total terdapat tiga regu Manggala Agni yang bahu-membahu melakukan pemadaman di wilayah Pangkalan Terap.
Terkait dampak kebakaran, luas lahan yang terbakar diestimasi mencapai kurang lebih 50 hektare. Namun, Ferdian menegaskan bahwa angka tersebut masih merupakan estimasi kasar. Kepastian mengenai total luas lahan yang terdampak akan diverifikasi kembali melalui citra satelit setelah seluruh proses pemadaman selesai dilakukan. Saat ini, prioritas tim di lapangan tetap tertuju pada pengamanan jalur mudik agar para pengendara dapat melintas dengan nyaman dan aman.
Editor : Banda Haruddin Tanjung
Artikel Terkait
