Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Silaturahmi Keummatan di Pekanbaru: Membaca Geopolitik, Menemukan Relevansi Baru
Advertisement . Scroll to see content

Udara Kembali Memburuk Akibat Asap, Siswa di Pekanbaru Kembali Diliburkan

Senin, 07 September 2026 | 13:19 WIB
  • author Nanda
Udara Kembali Memburuk Akibat Asap, Siswa di Pekanbaru Kembali Diliburkan
Penanggulangan Karhutla di Inhu, Riau (Foto ist)

PEKANBARU, iNewsPekanbaru.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru, Riau, kembali memutuskan untuk meliburkan siswa akibat dampak kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kendati demikian, Pemkot Pekanbaru meminta para siswa untuk tetap belajar mandiri dari rumah.

Penghentian aktivitas belajar di sekolah untuk tingkat PAUD, SD, hingga SMP ini dilakukan mengingat kualitas udara di Pekanbaru saat ini terpantau berada pada kategori tidak sehat. Kebijakan ini mulai diberlakukan selama dua hari, yakni Senin (7/9/2026) dan Selasa (8/9/2026).

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan bahwa penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari tersebut dilakukan guna mengevaluasi perkembangan kualitas udara. Pemerintah mengambil langkah antisipatif ini untuk meminimalkan paparan udara buruk, terutama bagi anak-anak yang tergolong kelompok rentan.

"Keputusan ini diambil setelah menggelar pertemuan dengan berbagai pihak. Ada orang tua yang menginginkan sekolah tetap berjalan, tetapi ada pula yang mengkhawatirkan kesehatan anaknya. Akhirnya, kami memutuskan untuk mengalihkan pembelajaran secara daring. Ke depannya akan kami evaluasi kembali," ujar Agung.

Ia juga menekankan bahwa keputusan ini diambil setelah Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru berkoordinasi dengan dokter spesialis paru. Pihak medis mengingatkan bahaya paparan asap, terutama bagi anak-anak dan lansia.

"Jadi, keputusan ini tidak diambil secara terburu-buru, melainkan sudah melalui kajian yang matang," tegasnya.

Selain sekolah umum tingkat PAUD, TK, SD, dan SMP, lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama—seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA)—juga menerapkan kebijakan serupa.

"Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Pekanbaru telah mengeluarkan surat penyesuaian kegiatan pembelajaran yang meminta Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di madrasah dialihkan ke PJJ atau daring. Keputusan ini ditandatangani oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Pekanbaru, Zulfa Hendri," ungkap Loli, salah satu pengurus MTs Nurul Yaqin Pekanbaru.

Dua Pekanbaru, Pemko Pekanbaru juga meliburkan sisiwa selama sepekan karena asap. Setelah sempat membaik selama seminggu, kembali pekan ini aktivitas belajar mengajar kembai terganggu. 

Editor: Banda Haruddin Tanjung

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut