get app
inews
Aa Text
Read Next : Karhutla Riau, 3 Pesawat Dikerahkan untuk Hujan Buatan

Penegakan Hukum Jadi Prioritas, Polda Riau Buru Aktor di Balik Karhutla Bengkalis

Senin, 06 April 2026 | 22:03 WIB
header img
Tim Polda Riau Tinjau Penanganan Karhutla di Bengkalis (Foto: istimewa).

BENGKALIS,iNewsPekanbaru.id – Tim dari Polda Riau melakukan  peninjauan titik kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jalan Akit Jaya, Desa Kembung Baru, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Senin (6/4/2026).

Tim Polda Riau dipimpin Kepala Biro Operasi (Karoops) Kombes Pol Ino Harianto. Kedatangan tim ini dilakukan untuk memastikan efektivitas pemadaman serta memberikan dukungan moril kepada personel gabungan yang telah berjibaku melawan api selama kurang lebih dua pekan terakhir di lahan gambut tersebut.

"Kami hadir secara kolaboratif dengan konsep multihelix. Seluruh unsur, mulai dari Polri hingga TNI (Kodam), terlibat aktif untuk memastikan penanggulangan Karhutla berjalan optimal di lapangan," ujar Kombes Ino di lokasi kebakaran.

Selain fokus pada upaya pemadaman (panding), Kombes Ino menegaskan bahwa penegakan hukum tetap menjadi prioritas utama Polda Riau. Ia memberikan peringatan keras bahwa setiap pihak yang terbukti memicu kebakaran, baik disengaja maupun akibat kelalaian, akan diproses secara pidana.

Berdasarkan data kepolisian, sepanjang tahun 2025 Polda Riau telah menetapkan 70 tersangka kasus Karhutla. Tren ini berlanjut pada awal tahun 2026, di mana sudah ada 17 tersangka yang diamankan melalui proses penyelidikan dan penyidikan.

"Penegakan hukum tidak pandu bulu. Siapapun yang menyebabkan Karhutla, baik sengaja untuk membuka lahan maupun karena kelalaian, akan kami proses sesuai hukum yang berlaku," tegas Karoops.

Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, yang turut mendampingi peninjauan tersebut mengungkapkan dampak kerusakan lingkungan yang cukup signifikan. Hingga saat ini, diperkirakan sekitar 100 hektar lahan gambut di wilayah Pulau Bengkalis telah hangus terbakar.

"Dampaknya sangat luar biasa. Kami mengimbau semua pihak untuk menjaga alam, karena jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita," tutur AKBP Fahrian.

Dalam peninjauan medan yang berat ini, turut hadir sejumlah pejabat penting di antaranya Asops Kasdam I/Bukit Barisan Kolonel Rendra, Kabid TIK Polda Riau Kombes Pol Andi Yul, serta jajaran pimpinan TNI-Polri setempat. Tim gabungan hingga saat ini masih terus melakukan upaya pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak muncul kembali dari dalam lapisan gambut.

Editor : Banda Haruddin Tanjung

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut