Peforma Komoditas dan Destinasi Utama
Sektor lemak dan minyak nabati (termasuk CPO dan turunannya) masih menjadi "primadona" dengan kontribusi kenaikan terbesar senilai US$2,52 miliar (naik 31,84%). Selain itu, pertumbuhan positif juga diikuti oleh komoditas produk kimia, kertas/karton, dan makanan olahan.
Dilihat dari peta destinasi, pasar Asia masih mendominasi aliran ekspor nonmigas Riau:
Tiongkok: 3,06 miliar Dolar AS
India: 1,59 miliar Dolar AS
Malaysia:1,27 miliar Dolar As
Kawasan ASEAN: 3,34 miliar Dolar AS
Uni Eropa: 2,13 miliar Dolar AS
Berbanding terbalik dengan ekspor, kinerja impor Riau justru menunjukkan tren penurunan. Selama Januari–November 2025, nilai impor tercatat sebesar 1,50 miliar Dolar AS, terkoreksi 16,46% (yoy).
Penurunan paling tajam terjadi pada kategori barang modal yang anjlok hingga 59,13%. Secara ekonomi, penurunan impor barang modal sering kali menjadi indikator melambatnya ekspansi kapasitas produksi atau kebutuhan investasi baru di dalam negeri.
Editor : Banda Haruddin Tanjung
