Surplus Neraca Perdagangan Riau Tembus USD17,7 Miliar, Ekspor Nonmigas Jadi Mesin Utama

Rahmad Riski
Provinsi Riau terus mengukuhkan posisinya sebagai lumbung ekspor nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) merilis neraca perdagangan Riau periode Januari–November 2025. Foto Dok

Peforma Komoditas dan Destinasi Utama

Sektor lemak dan minyak nabati (termasuk CPO dan turunannya) masih menjadi "primadona" dengan kontribusi kenaikan terbesar senilai US$2,52 miliar (naik 31,84%). Selain itu, pertumbuhan positif juga diikuti oleh komoditas produk kimia, kertas/karton, dan makanan olahan.

Dilihat dari peta destinasi, pasar Asia masih mendominasi aliran ekspor nonmigas Riau:

  • Tiongkok: 3,06 miliar Dolar AS

  • India: 1,59 miliar Dolar AS

  • Malaysia:1,27 miliar Dolar As

  • Kawasan ASEAN: 3,34 miliar Dolar AS

  • Uni Eropa: 2,13 miliar Dolar AS

Berbanding terbalik dengan ekspor, kinerja impor Riau justru menunjukkan tren penurunan. Selama Januari–November 2025, nilai impor tercatat sebesar 1,50 miliar Dolar AS, terkoreksi 16,46% (yoy).

Penurunan paling tajam terjadi pada kategori barang modal yang anjlok hingga 59,13%. Secara ekonomi, penurunan impor barang modal sering kali menjadi indikator melambatnya ekspansi kapasitas produksi atau kebutuhan investasi baru di dalam negeri.

Editor : Banda Haruddin Tanjung

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network