72 Mualaf Bersyahadat di Masjid Agung An-Nur Riau Sepanjang 2025
PEKANBARU – Masjid Agung An-Nur Provinsi Riau mencatatkan sebanyak 72 orang resmi memeluk agama Islam (mualaf) sepanjang tahun 2025. Data ini terungkap dalam laporan evaluasi dan refleksi akhir tahun yang dirilis oleh Mualaf Center An-Nur, Kamis (1/1/2026).
Secara rinci, dari total 72 mualaf tersebut, sebanyak 39 orang merupakan laki-laki dan 33 orang perempuan. Meski angka ini menunjukkan minat yang tetap stabil, jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 90 orang.
Ketua Mualaf Center An-Nur Provinsi Riau, Rubianto, menjelaskan bahwa fluktuasi angka tersebut dipengaruhi oleh dinamika kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang berkembang sepanjang tahun.
"Tahun ini tercatat 72 orang. Memang ada penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 90 orang. Namun, bagi kami, angka bukanlah tolok ukur utama keberhasilan," ungkap Rubianto kepada wartawan , Kamis (1/1/2026)...
Rubianto menegaskan bahwa misi utama Mualaf Center An-Nur bukan sekadar mengejar kuantitas, melainkan memastikan keberlanjutan spiritual para mualaf. Menurutnya, aspek pendampingan pasca-bersyahadat jauh lebih krusial agar para mualaf dapat menjalani kehidupan beragama dengan kokoh.
"Yang utama adalah bagaimana para mualaf mendapatkan pendampingan yang berkesinambungan. Kami ingin mereka merasa mantap dan terbimbing dalam keyakinan barunya," tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, setiap mualaf diwajibkan mengikuti program pembinaan intensif yang digelar rutin setiap akhir pekan:
Jadwal: Sabtu dan Ahad
Waktu: 16.00 hingga 17.30 WIB
Materi: Akidah, Akhlak, Fikih, serta praktik ibadah langsung.
"Kami memilih waktu akhir pekan agar tidak mengganggu aktivitas pekerjaan atau keseharian mereka," jelas Rubianto. Sebagai dukungan moril, Mualaf Center juga memberikan "paket perdana" ibadah berupa perlengkapan salat (mukena/sarung), sajadah, dan Mushaf Al-Qur’an.
Senada dengan hal tersebut, Imam Besar sekaligus Ketua Harian Masjid Raya An-Nur Riau, H. Zul Ikromi, Lc., MA., Ph.D., menekankan bahwa pembinaan mualaf adalah tanggung jawab dakwah yang besar. Ia ingin Masjid Raya An-Nur menjadi rumah yang ramah dan inklusif bagi siapa pun yang ingin mengenal Islam.
"Masjid memiliki peran strategis sebagai pusat pembinaan. Kami ingin para mualaf merasa diterima dengan hangat dan mendapatkan bimbingan yang tepat," tutur Zul Ikromi.
Ia berharap melalui konsistensi program ini, para mualaf tidak hanya sekadar berganti status di kartu identitas, tetapi mampu mengamalkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin dalam kehidupan bermasyarakat di Bumi Lancang Kuning.
Editor : Banda Haruddin Tanjung